Kunjungan

 

  • Overview
  • Jadual Perjalanan
 

Tur Tiga Hari di Kota Taipei – Jadwal Acara B

National Palace Museum, dengan koleksi barang antik sebanyak hampir 700.000 buah Dengan rentang waktu meliputi hampir seluruh sejarah Tiongkok selama lima ribu tahun, telah menobatkannya menjadi rumah harta terbesar dan tak ternilai dalam hal seni kerajinan Tiongkok di muka bumi. Di antara koleksi tersebut, Anda dapat menikmati seni gerabah Cina seperti tembikar, porselen, serta perunggu, piranti dari batu giok, patung, bordiran, kaligrafi dan lukisan, masing-masing peninggalan ini sepenuhnya adalah barang antik yang asli. Sebagai museum yang dikenal dengan kekayaan nilai seni secara meluas di dunia, koleksi di Museum Istana Nasional adalah salah satu atraksi utama yang menarik pengunjung besar setiap hari. Gaya hidup lama masih dilestarikan di Jiufen. Selain pemandangan pegunungan dan pesisir yang tertinggi, budaya pertambangan yang unik dan sejarah pertambangan emas juga layak Anda kunjungi. Orang-orang yang mengunjungi jalan-jalan tua yang sederhana dapat merasakan kekayaan budaya hunaniora dan aura masa lalu, serta mencicipi makanan ringan tradisional negara ini seperti kue herbal dan bola talas. Sumber mata air panas dari Gunung Yangming (Yangmingshan) sebagian besar jernih, tetapi beberapa mata menghasilkan air kehijauan. Air seperti ini efektif untuk mengobati penyakit kulit, pengerasan arteri, dan rematik. Sebagian besar mata air tersebut terkonsentrasi di sisi barat Gunung Shamao, di Liuku dan Qiku; ada banyak tempat untuk mandi di sini, termasuk area pemandian air panas Gunung Yangming (Yangmingshan), Coldwater Depression, Makao, dan Gengziping. Air dari tempat-tempat yang berbeda memiliki kandungan mineral yang berbeda, sehinngga memberikan setiap mata air panas memiliki fitur khas tersendiri dalam hal mineral, suhu, dan efek medis. Pijatan pada kaki dapat menyegarkan tubuh, menghilangkan kelelahan, menyembuhkan penyakit, melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan metabolisme. Meskipun banyak orang pada awalnya menangis kesakitan ketika melakukan pijat kaki (pijat refleksi), setelah itu mereka merasa segar kembali dan puas setelah merasakannya. Banyak wisatawan karena itu ingin merasakan praktek pelayanan kesehatan tradisional ini. Tepat di sebelah Pusat Kesehatan Bapak Wu di bagian 4 dari Jalan Reni (Jenai) di Taipei, Anda dapat menemukan pusat refleksologi lainnya. Pusat refleksologi lain dapat ditemukan di bagian 1 dan 2 dari Jalan Minquan (Minchuan) Timur dan bagian 2 dari jalan Zhongshan (Chungshan) Utara, keduanya di Taipei.

Tamsui > Kuil Guandu

C1)Tamsui

Tamsui dahulu disebut Huwei. Derivasi dari pelafalan kuno "Hoba" yang berarti saluran keluar sungai. Tamsui terletak di barat laut dari Lembah Taipei. Tamsui dikelilingi oleh pegunungan dan sungai dan pemandangan indah. Kastil Hongmao adalah sebuah situs sejarah di Tamsui yang sangat penting maknanya dalam sejarah. Kastil ini dibangun oleh Spanyol pada tahun 1626 dan dibangun kembali oleh Belanda. Kastil ini disebut Kastil Anthony. Karena orang-orang Taiwan menjuluki orang-orang Belanda sebagai Hongmao (orang dengan rambut merah), benteng ini kemudian disebut sebagai Kastil Hongmao. Juga disebut Kastil Huwei. Puri pernah diambil oleh Inggris dan dikembali kepada negara pada tahun 1980. Kastil ini berumur lebih dari 300 tahun dan ditetapkan sebagai situs bersejarah kelas 1. Bangunan ini dibangun dari konstruksi bata merah. Perabot asli disimpan untuk dekorasi ruangan bagian dalam. Di sini terdapat ruang pamer pameran untuk menyimpan data historis dan foto-foto yang berkaitan dengan masa-masa awal Taiwan. Di seberang halaman dan taman, terdapat bangunan bata merah lain yang menghadap ke kastil. Bangunan ini digunakan untuk menjadi asrama Konsulat Inggris. Ketika seseorang naik ke anjungan pandang, dia dapat melihat salah satu dari delapan pemandangan indah di Tamsui, yakni matahari terbenam di Shutai. Di dekatnya ada Old Oxford School, Kediaman Dr Mackay dan Tamsui College. Sebagian besar bangunan tua ini masih terpelihara dengan baik. Ketika seseorang berjalan di antara bangunan ini, maka dia akan merasa bahwa waktu telah berputar kembali ke masa lalu. Seseorang dapat menikmati jalan-jalan tua, angin sejuk, bunga / pohon yang ditanam oleh warga dan sensasi rasa santai. Saat berjalan di jalan-jalan tua di sepanjang tepi sungai, pengunjung dapat melihat bangunan tua dan mungkin mencoba hidangan lokal yang lezat, seperti kue ikan, Agei (goreng kue daging) dan telur keras, dll. Dermaga adalah tempat yang baik untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang luar biasa . Pengunjung juga dapat menumpang perahu antara Tamsui dan Bali. Siapapun akan senang untuk menyaksikan burung bangau terbang dan mendengarkan riak sungai mengalir. Di Bali, mereka memiliki hidangan ini terkenal dari kerang merak. Tamsui adalah tempat yang indah dan pastikan untuk dikunjungi.



Kuil Guandu

Kuil Guandu terletak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun MRT Guandu. Kuil ini pertama kali dibangun pada tahun 1661, didedikasikan untuk Mazu, dewi laut. Selain kuil ini terdapat semacam kapel Buddha yang didedikasikan untuk Dewi Welas Asih Buddha, Guanyin Seribu Senjata dan Mata. Di luar kuil terdapat banyak kios yang menjual produk-produk seperti uang sesaji yang digunakan dalam perayaan keagamaan, serta makanan ringan dan cinderamata. Lereng bukit di atas kuil memperlihatkan pemandangan yang sangat indah dari sungai dan rawa-rawa bakau. Tanggul yang membentang dari Guandu di kedua arah menuju Taipei dan Tamsui adalah tempat yang ideal untuk berjalan-jalan atau menikmati keindahan pemandangan yang diperlihatkan oleh hamparan luas sungai. Didirikan pada tahun 1661, ini adalah kuil Mazu (dewi laut) yang tertua di Taiwan utara; Nama aslinya adalah "Ling-shan (Gunung Ling) Temple," karena terletak di puncak Gunung. Ling. Menurut legenda, pada tahun 1895 tiga pohon beringin tua yang berdiri di pintu masuk kuil mati mendadak pada malam yang sama; penduduk setempat percaya bahwa ini mungkin pesan dari peringatan Mazu dari bencana yang akan datang dan ternyata tak berapa lama kemudian, daerah ini diduduki oleh tentara Jepang. Candi Guandu sangat sarat dengan ornament pilar berukir indah naga, arca batu singa, dan ukiran dinding. Arca para dewa pintu juga terdapat dalam bentuk ukiran relief, berbeda dengan lukisan-lukisan yang biasa. Kasau dan balok juga diukir dan dicat dengan sangat indah. Di altar utama terdapat arca Mazu, dengan wajah penuh welas asih yang begitu kontras dengan wajah-wajah garang dari para pejaga yang mengapit dirinya, Mata yang Melihat Seribu Mil dan Telinga yang Mendengar Deru Angin. Di sebelah kanan terdapat Gua Buddha seluas 80 meter, di pintu masuk terdapat sebentuk alu yang merupakan simbol senjata untuk menumpas segala kejahatan. Sisi gua dihiasi dengan patung 28 dewa, dan di bagian belakang adalah Arca Dewi Guanyin atau Dewi Welas Asih yang memiliki serinbu tangan dan seribu mata. Di bagian belakang Dewi Guanyin terdapat pintu keluar gua dan pemandangan sungai yang indah.

Jiufen > Taman Zhongzheng (Jhongjheng)

B1 Jiufen

Alkisah di masa lalu terdapat hanya sembilan keluarga di Jiufen. Sebelum jalan-jalan di darat dibangun, semua bahan-bahan diangkut melalui kapal. Hal ini melahirkan kebiasaan membeli sembilan benda yang sama pada waktu yang sama untuk melakukan penyimpanan. Oleh karena itulah, tempat itu disebut Jiufen. Jiufen dahulunya merupakan pusat pertambangan emas. Tempat ini terletak di bukit di sebelah timur laut dari Taiwan. Desa ini terdapat di sebelah gunung dan menghadap ke laut. Pada tahun 1890, seseorang menemukan emas dekat Jiufen. Desa miskin yang dihuni oleh hanya sembilan keluarga segera menarik kedatangan 4.000 keluarga lainnya. Desa ini sampai pernah menjadi kota emas dari Asia dan dijuluki Shanghai Kecil atau Hong Kong kecil. Namun, dengan penurunan aktivitas pertambangan emas, ketenaran Jiufen memudar. Belakangan beberapa film memilih tempat ini sebagai lokasi syuting dan memenangkan penghargaan internasional. Sebagai contoh film "A City Sadness" telah memenangkan hadiah pertama di Venice Film Festival dan berhasil membangkitkan kembali ingatan orang akan Jiufen. Jalan-jalan, bangunan, dan tambang yang makmur serta hari-hari kejayaan masa penambangan emas terbentang kembali di hadapan kita. Tempat ini bagai membisikkan masa keemasannya. Sekarang, di Jiufen terdapat banyak kedai-kedai teh yang unik. Kedai teh ini merupakant empat persinggahan terbaik selama kunjungan ke desa gunung ini. Juga, ada pemandangan laut yang indah dari laut batas luar Keelung Distrik perbelanjaan paling makmur adalah Jalan Tua Jiufen (Jiufen Old Street). Jalan ini terbentang melewati hampir seluruh bagian desa. Banyak pengunjung berjalan-jalan mengunjungi jalan ini. Sepanjang jalan ada toko-toko penjual kudapan lokal yang paling terkenal dari Jiufen, hidangan ubi ungu dan berbagai penganan lokal. Ada beberapa peninggalan sejarah yang juga dilindungi. Perjalanan ke Jiufen terasa sangat menyenangkan dan nikmat. Jiufen memiliki banyak tempat akomodasi yang disediakan oleh penduduk setempat. Jika Anda tidak terburu-buru, Anda mungkin ingin memilih penginapan bagus dan tinggal di sini untuk menyaksikan bintang dan kerlap-kerlip lampu di malam hari.



Taman Zhongzheng (Jhongjheng)

Zhongzheng (Jhongjheng) Park terletak di sisi Dashawan Gunung, yang berada di sebelah timur dari Kota Keelung. Di taman ini terdapat arca putih Dewi Welas Asih. Patung dengan tinggi 25 meter tinggi ini telah menjadi salah satu karakteristik Keelung. Taman menghadap Kota Keelung dan pelabuhan. Taman ini memilii tiga tingkat. Pada tingkat pertama adalah benteng meriam bersejarah. Pada tingkat kedua terdapat perpustakaan Buddha, Kuil Martir dan Kelenteng Zhuputan. Kuil ini banyak dikunjungi pejiarah pada tanggal 15 Juli. Pada tingkat ketiga terdapat Pavilion Guanhai. Saat duduk di pavilion, pengunjung dapat melihat seluruh Keelung dan lautan. Patung Dewi Welas Asih adalah penanda utama dari bagian tengara Taman Zhongzheng (Jhongjheng). Inilah adalah patung Dewi Welas Asih terbesar di Asia Tenggara. Di dalam patung terdapat tangga menuju ke atas. Zhuputan adalah dimana para pejiarah berkumpul di Festival Zhongyuan. Para imigran pertama yang bermukim di Taiwan dahulu pernah saling melawan satu sama lain untuk mendapatkan tanah. Untuk menghentikan perselisihan, mereka mendirikan sebuah kuil untuk ibadah tahunan. Pada masa pendudukan Jepang, kelenteng atau Kuil itu terdapat di Taman Gaosha sebelum kemudian pindah ke Taman Zhongzheng (Jhongjheng)

Musium Istana Nasional (National Palace Museum)

A1)Istana Museum Nasional (National Palace Museum)

The National Palace Museum menjadi rumah yang menyimpan koleksi terbesar di dunia dari harta mestika seni China yang tak ternilai, yang mencakup sejarah hampir 5.000 tahun China. Sebagian 620.000 benda seni museum adalah bagian dari koleksi kekaisaran Cina, yang dimulai lebih dari 1.000 tahun yang lalu di zaman dinasti Song awal.



HUBUNGI KAMI

Suite 25.01, Level 25 Wisma Goldhill, 67 Jalan Raja Chulan, 50200, Kuala Lumpur, Malaysia.

Tel :+603-20706789 | Fax :+603-20723559 Email : tbrockl@taiwan.net.my

Waktu pejabat: Isnin - Jumaat 0900 - 1730 (* Hari cuti umum tutup)

Download Tour Taiwan App


Langgan newsletter kami!

Please wait

Main menu id-ID